Jumat, 30 Mei 2014

makalah ilmu komunkasi


Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan , ide, gagasan) dari satu pihak ke pihak lain. Pada umumnya komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak, adapun yang lainnya menggunakan tulisan dan isyarat atau disebut juga nonverbal. Maka dengan mempelajari ilmu komunikasi kita dapat lebih memahami  ilmu komunikasi baik secara teori maupun praktik dalam kehidupan sehari- hari.

Pembahasan makalah ini meliputi fungsi dan tujuan komunikasi  serta prinsip dasar komunikasi yang efektif .
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas kelompok sebagai literatur pembelajaran bagi mahasiswa  untuk menambah pembendaharaan ilmu . dengan mempelajari makalah ini diharapkan mampu memahami fungsi dan tujuan komunikasi serta prinsip dasat komunikasi yang efektif.



Thomas M. Scheidel[1] mengemukakan bahwa kita berkomunikasi utuk menyatakan identitas diri, untuk membangun kontak social dengan orang disekitar kita dan untuk memengaruhi orang lain untuk merasa berfikir dan berprilaku seperti yang kita inginkan. Menurut Scheidel tujuan dasar kita berkomunikasi adalah mengendalikan lingkungan fisik dan psikologi kita.
            Komunikasi dipandang dari arti yang luas, tidak hanya pertukaran berita tapi juga kegiatan individu atau kelompok mengenai tukar menukar kata, data, fakta dalam setiap sistem sosisal. Pada umumnya fungsi komunikasi ada empat yakni :
1.      Mass Information, yaitu memberi dan menerima informasi kepada halayak. Komunikasi dapat digunakan untuk menyampaikan dan menerima informasi. Tanpa komunikasi informasi tidak dapat disampaikan dan diterima
2.      Mass Education, yaitu untuk memberi pendidikan. pengalihan ilmu pengetahuan dapat mendorong perkembangan intelektual, pembentukan watak, serta membentuk keterampilan dan kemahiran yang diperlukan pada semua bidang kehidupan.
3.      Mass Persuasion, yaitu untuk mempengaruhi. Hal ini bisa dilakukan oleh setiap oramg atau lembaga yang mencari dukungan. Dan ini lebih banyak digunakan orang yang melakukan perbisnisan melalui iklan yang dibuat.
4.      Mass Entertaiment, yaitu fungsi untuk menghibur. memberikan hiburan kepada masyarakat, lewat penyebarluasan signal,symbol,suara dan imajinasi dari drama, tari, kesenian, kesusatraan, music, olahraga, kesenangan, kelompok dan individu, melalui media masa, eltronik dsb, sehingga masyarakat dapat menikmati hiburan, dan melarikan diri dri kesulitan hidup sehari-hari, dan lain-lain. Contohnya: menonton bioskop, mendengar radio menonton TV
           
Menurut Wilbur Schramm fungsi komunikasi ini dapat dilihat dari kategori komunikator dan komunikan. Fungsi tersebut harus cocok satu sama lainnya, isi mengisi dan merupakan interdependensi agar komunikasi dapat berjalan dengan harmonis


NO
KOMUNIKATOR
KOMUNIKAN
1
Penerangan (Information) menyebarluaskan apa yang diketahuinya kepada lingkungannya.
Mengerti (understand). Mencoba  mempelajari  apa yang didengar dan memperhitumgkan untung ruginya .
2
Pendidikan (Teaching). Mengadakan sosialisasi terhadap anggota masyarakat, menyadarkan akan tugasdan peranan serta norma-norma.
Kesediaan belajar. Memperoleh pengetahuan dan kecakapan dalam hidup agar hidup mudah dan dapat difahami.
3
Menyenangkan (To please). Memberi hiburan dan mengisi waktu senggang, menghidupkan daya kreasi dan artistic.
Menikmati. Melupakan persoalan dan masalah-masalah yang dihadapinya.
4
Mempengaruhi dengan persuasi.
Memutuskan untuk menolak atau menerima.

Dengan demikian maka fungsi komunikasi ditentukan oleh hubungan social antara komunikator dengan komunikan. Serta mengandung unsur dan norma-norma yang dianut oleh komunikator dan komunikan. Sedang menurut Harold D Lasswel fungsi komunikasi mempunyai tiga bagian, yakni:
1.      Fungsi social
yaitu pengawasan lingkungan. Pengawasan lingkungan ini menunjuk pada upaya pengumpulan, pengelolaan, produksi dan penyebarluasan informasi mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar lingkungan masyarakat.
2.      Fungsi korelasi  
Merujuk pada upaya memberikan interpretasi atau penafsiran informasi mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi. Atas dasar interpretasi informasi ini diharpakan berbagai kalangan atau bagian masyarakat mempunyai pemahaman, tindakan atau reaksi yang sama atas peristiwa yang terjadi. Tujuan komunikasi ini adalah untuk pencapaian consensus
3.      Fungsi pengoperan
 yaitu penyampaian warisan  social dari generasi ke generasi berikutnya dan dilakukan oleh manusia yang sehat. Fungsi ini menunjuk pada upaya pendidikan dan pewarisan nilai-nilai, norma-norma dan prinsip-prinsip dari sati generasi ke generai lainya. Sehingga apa yang telah ditemukan nenek moyang tidak hilang begitu saja, dan dapat digunakan sebagai warisan.
Tujuan komunikasi dipandang dari kepentingan
Rounded Rectangle: Tujuan komunikasi dari sudut kepentingan sumber           
Rounded Rectangle: Tujuan komunikasi dari  sudut kepentingan penerima 



1. memberikan informasi                                 1. memahami informasi
2. mendidik                                                     2. mempelajari
3. menyenangkan/menghibur                          3. menikmati
4. menganjurkan suatu tindakan/                    4.menerima/persuasi menolak anjuran

Sumber: Wilbur Schramm

Adapun Tujuan komunikasi menunjuk pada suatu harapan atau keinginan yang dituju oleh pelaku komunikasi. Secara umum Harold D Lasswel menyebutkan bahwa tujuan komunikasi ada empat, yaitu:
1.      Social change, perubahan sosial . seseorang mengadakan komunikasi dengan orang lain, diharapkan adanya perubahan social dalam kehidupan nya, seperti halnya kehidupan akan lebih baik dari sebelum berkomunikasi.
2.      Attitude change, perubahan sikap. Seseorang berkomunikasi juga ingin menngadakam perubahan sikap.
3.      Opinion change, perubahan pendapat.
4.      Behavior change, perubahan perilaku.

      Maka dengan demikian penulis mendefinisikan tujuan komunikasi pada umumnya memberikan penjelasan kepada komunikan tentang apa yang dimaksud agar dapat diterima dan dicerna oleh komunikan dengan pendekatan persuasive.
            Pendapat lain mengatakan bahwa secara umum akibat hasil komunikasi ini mencakup tiga aspek, yakni:
1.      Aspek Kognitif, yaitu menyangkut kesadaran dan penegtahuan. Misalnya: menjadi sadar atau ingat , menjadi tahu dan kenal.
2.      Aspek Afektif yaitu menyangkut sikap atau perasan/emosi. Misalnya: sikap setuju/tidak setuju, perasaan sedih, gembira, marah, dan lain-lain.
3.      Asek Konatif, yaitu menyangkut perilaku/tindakan menyangkut sesuatu. Misalnya: berbuat sesuai apa yang disarankan. Seperti menolong, memberi, memukul, dan lain sebagainya.[2]

            Dalam kaitannya dengan tiga aspek tersebut diatas, ada beberapa indicator dan akibat hasil komunikasi diantaranya tiga macam yang cukup populer, yakni model AIDA, Model Hierarki Efek, dan Model Adopsi inovasi.


Aspek/ tahap
Model AIDA
Model Hierarki efek
Model Adopsi Inovasi
Kognitif
Attention
Awareness (kesadaran)
Knowledge (pengetahuan)
Knowledge (pengetahuan)
Afektif
Interest (minat)
Desire (keinginan)
Liking (menyukai)
Preference (pilihan)
Conviction(meyakini)
Persuasion (persuasi)
Decision (keputusan)
Konatif
Action (tindakan)
Purchase (membeli)
Implementation (pelaksanaan)
Confirmation (konfirmasi)

Model AIDA memberikan dampak hasil  komunikasi yang terjadi  pada seseorang  setelah ia menerima pesan akan menyangkut empat hal, yakni: Attention, Interest, Desire dan Action. Bahwa sebuah tindakan yang diambil pada dasarnya diidorong oleh adanya perhatian, minat dan keinginan.
           Model hierarki effek, hampir sama dengan model AIDA namun lebih kompleks, sedangkan Model Adosi Inovasi , dikembangkan oleh Everett M. Rogers (1983) model ini menggambarkan temtamg lima tahap yang dilalui dalam proses pembuatan keputusan untuk menerima atau menolak inovasi.
C. Prinsip – prinsip Dasar Komunikasi Yang Efektif
                        Menurut Cutlip and Center, komunikasi yang efektif harus dilaksanakan dengan 4 tahap, yakni:
·            Fact finding
            Mencari/ mengumpulkan fakta-fakta sebelum seseorang melakukan suatu kegiatan atau tindakan. Misalnya seorang PRO dari sebuah perusahaan, sebelum dia melaksanakan tugas-tugasnya, harus mengetahiu terlebih dahulu tentang:
                   Apa yang diperlukan publik;
                  Siapakah yang termasuk dalam publik ini;
                  Bagaimana keadaan publik dipandang dari berbagai segi;
                  Mengapa publik bersikap masa bodo,menentang,dsb.
·         Planning
Setelah mendapat data, maka dibuatlah rencana tentang apa yang harus dilakukan . Plainng sangat penting dalam mencapai tujuan. Untuk itu kegiatan ini menurut Clarence Schoenfeld disimpulkan menjadi 10M
a.       Messenger
b.      Mission
c.       Message
d.      Molder
e.       Media
f.       Money
g.      Mating
h.      Managing
i.        Measuring
j.        modification
       

·         Communicating 
             Setelah rencana itu disusun dengan sebaik-baiknya sebagai hasil pemikiran yang mantap/matang berdasarkan fakta/data yang telah dikumpulkan,PRO kemudian melakukan “operasinya”.
·         Evaluation
            Perlu untuk menilai, apakah tujuan itu sudah tercapai? Evalusai yang dilakukan oleh suatu badan dapat brdasarkan analisa mengenai data hasil survey yang diadakan secara continu..

            Jadi menurut penulis prinsip komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap antara dua orang atau kelompok yang hasilnya sesuai dengan harapan.

D. Karakteristik Sumber
           Sumber merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan keberhasilan komunikasi. Berikut tiga hal yang harus diperhatikan yaitu:
1.      Kreadibilitas
 Keahlian si sumber dalam pengetahuan terhadap topik tersebut. sehingga pihak penerima menjadi percaya bahwa pesan yang disampaikannya itu bersifat objektif.
Kepercayaan kepada komunikator mencerminkan bahwa pesan yang diterima komunikan dianggap benar dan sesuai dengan kenyataan empiris.[3]
Pada umumnya diakui bahwa pesan yang dikomunikasikan mempunyai daya pengaruh yang lebih besar apabila komunikator dianggap sebagai seorang ahli.  
2.      Daya Tarik 
Sumber dinilai “menarik” sehingga meyakinkan dan  persuasi akan lebih cepat berhasil karena adanya proses identifikasi dalam diri pihak penerima.
Beberapa prinsip berbicara efektif, antara lain:
a.    Prinsip motivasi, artinya dalam berbicara minat pendengar di bangkitkan.
b.      Prinsip perhatian, pembicara akan berhasil apabila dapat menarik perhatian para pendengarnya
c.       Prinsip keindahan, artinya pembicaraan akan mudah ditangkap apabila disajikan dengan keindahan
d.      Prinsip ulangan, artinya hal-hal dan poin penting di ulang-ulang agar meresap kedalam jiwa, agar mudah mengingatnya
e.       Prinsip kegunaan

3.       Kekuasaan
dapat terjadi dalam empat cara, diantaranya
a.       kharisma,
b.      wibawa otoritas,
c.       kompetensi atau keahlian,
d.      compliance atau pemenuhan.
Dengan demikian dari segi sumber sangat di tentukan oleh pemahaman serta daya tarik dan kekuasaan untuk dapat mempengaruhi orang lain.

Penyajian pesan juga dapat menentukan berhasil atau tidaknya upaya komunikasi yang dilakukan seseorang terhadap seseorang maupun seseorang terhadap suatu organisasi.
Wilbur Schramm menampilkan apa yang disebut  “The condition of success in communication” yaitu kondisi jika menginginkan agar pesan membangkitkan tanggapan yang dikehendaki, antara lain:
1.      pesan harus dirancang sedemikian rupa, sehingga dapat menarik perhatian komunikan.
2.      Pesan harus menggunakan lambang yang saling sama dimengerti.
3.      Pesan harus membangkitkan kebutuhan pribadi komunikan dan menyarankan beberapa cara untuk memperoleh kebutuhan tersebut.
Ada beberapa  teknik dalam penyusunan pesan, antara lain:
1.      “Fear appeals “, yaitu suatu penampilan yang menonjolkan unsur  ancaman, bahaya atau menimbulkan rasa takut.
2.      “Emotional appeals” , yaitu memberikan penekanan kepada hal-hal yang bersifat emosional.
3.      “humor appeals”, yaitu menunjukan teknik penyajian pesan yang disusun secara humoris. Teknik ini tepat untuk menarik perhatian khalayak yang sudah jenuh.[4]

F.  Karakteristik komunikan ( Khalayak)
          
Khalayak juga merupakan faktor penentu keberhasilan dalam berkomunikasi karena upaya komunikasi yang dilakukan dapat diterima dan dipahami oleh orang banyak dan banyak mendapat tanggapan positive dari para audience.
Untuk itu, sebagai komunikan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:
1.      Komunikan mengerti pesan komunikasi.
2.      Pada saat mengambil keputusan, ia sadar keputusan sesuai dengan tujuannya.
3.      Sadar keputusan yang diambil sesuai dengan kepentingan pribadi

Komunikan/ Khalayak mempunyai beberapa karakteristik yaitu:
1.      Khalayak sebagai penggarap informasi
2.      Khalayak sebagai problem solver.
3.      Khalayak sebagai mediator
4.      Khalayak sebagai anggota kelompok.


Jadi sebuah komunikasi akan berjalan efektif apabila dari tiga unsur komunikasi dapat diperhatikan karakteristiknya masing-masing.



Canagara, Hafied, Pengantar Ilmu Komunikasi,Bandung; Rajawali Pers, 2006.
Roudhonnah. 2007. Ilmu Komunikasi. Jakarta: UIN Jakarta Press.
Canagarahttp://betty-marlindawati.blogspot.com/2011/11/prinsip-dasar-komunikasi-yang-efektif.html



[1] Thomas M. Scheidel. Speech Communication and Human Interaction. Glenfille,III: Scott, Forestman, 1976, hlm.27
[2] Sasa Djuarsa Sendjaja, Pengantar Komunikasi, (Jakarta, Universitas Terbuka, 1999) hal, 45
[3] Unong U Effendi, (Bandung, Alumni, 1981) hal. 39
[4] Sasa Djuarsa, hal. 214

1 komentar: