Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan , ide,
gagasan) dari satu pihak ke pihak lain. Pada umumnya komunikasi dilakukan
secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak, adapun
yang lainnya menggunakan tulisan dan isyarat atau disebut juga nonverbal. Maka
dengan mempelajari ilmu komunikasi kita dapat lebih memahami ilmu komunikasi baik secara teori maupun
praktik dalam kehidupan sehari- hari.
Pembahasan makalah ini meliputi fungsi dan tujuan komunikasi serta prinsip dasar komunikasi yang efektif .
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas kelompok sebagai literatur
pembelajaran bagi mahasiswa untuk
menambah pembendaharaan ilmu . dengan mempelajari makalah ini diharapkan mampu
memahami fungsi dan tujuan komunikasi serta prinsip dasat komunikasi yang
efektif.
Thomas M.
Scheidel[1]
mengemukakan bahwa kita berkomunikasi utuk menyatakan identitas diri, untuk
membangun kontak social dengan orang disekitar kita dan untuk memengaruhi orang
lain untuk merasa berfikir dan berprilaku seperti yang kita inginkan. Menurut
Scheidel tujuan dasar kita berkomunikasi adalah mengendalikan lingkungan fisik
dan psikologi kita.
Komunikasi dipandang dari arti yang
luas, tidak hanya pertukaran berita tapi juga kegiatan individu atau kelompok
mengenai tukar menukar kata, data, fakta dalam setiap sistem sosisal. Pada
umumnya fungsi komunikasi ada empat yakni :
1.
Mass
Information, yaitu memberi dan menerima informasi kepada halayak. Komunikasi
dapat digunakan untuk menyampaikan dan menerima informasi. Tanpa komunikasi
informasi tidak dapat disampaikan dan diterima
2.
Mass
Education, yaitu untuk memberi pendidikan. pengalihan ilmu pengetahuan dapat
mendorong perkembangan intelektual, pembentukan watak, serta membentuk
keterampilan dan kemahiran yang diperlukan pada semua bidang kehidupan.
3.
Mass
Persuasion, yaitu untuk mempengaruhi. Hal ini bisa dilakukan oleh setiap oramg
atau lembaga yang mencari dukungan. Dan ini lebih banyak digunakan orang yang
melakukan perbisnisan melalui iklan yang dibuat.
4.
Mass
Entertaiment, yaitu fungsi untuk menghibur. memberikan hiburan kepada
masyarakat, lewat penyebarluasan signal,symbol,suara dan imajinasi dari drama,
tari, kesenian, kesusatraan, music, olahraga, kesenangan, kelompok dan
individu, melalui media masa, eltronik dsb, sehingga masyarakat dapat menikmati
hiburan, dan melarikan diri dri kesulitan hidup sehari-hari, dan lain-lain.
Contohnya: menonton bioskop, mendengar radio menonton TV
Menurut Wilbur
Schramm fungsi komunikasi ini dapat dilihat dari kategori komunikator dan
komunikan. Fungsi tersebut harus cocok satu sama lainnya, isi mengisi dan
merupakan interdependensi agar komunikasi dapat berjalan dengan harmonis
NO
|
KOMUNIKATOR
|
KOMUNIKAN
|
1
|
Penerangan
(Information) menyebarluaskan apa yang diketahuinya kepada lingkungannya.
|
Mengerti
(understand). Mencoba mempelajari apa yang didengar dan memperhitumgkan
untung ruginya .
|
2
|
Pendidikan (Teaching). Mengadakan sosialisasi terhadap anggota
masyarakat, menyadarkan akan tugasdan peranan serta norma-norma.
|
Kesediaan belajar. Memperoleh pengetahuan dan kecakapan dalam
hidup agar hidup mudah dan dapat difahami.
|
3
|
Menyenangkan
(To please). Memberi hiburan dan mengisi waktu senggang, menghidupkan daya
kreasi dan artistic.
|
Menikmati. Melupakan
persoalan dan masalah-masalah yang dihadapinya.
|
4
|
Mempengaruhi dengan persuasi.
|
Memutuskan untuk menolak atau menerima.
|
Dengan demikian maka fungsi komunikasi ditentukan oleh hubungan
social antara komunikator dengan komunikan. Serta mengandung unsur dan
norma-norma yang dianut oleh komunikator dan komunikan. Sedang menurut Harold D
Lasswel fungsi komunikasi mempunyai tiga bagian, yakni:
1.
Fungsi
social
yaitu
pengawasan lingkungan. Pengawasan lingkungan ini menunjuk pada upaya
pengumpulan, pengelolaan, produksi dan penyebarluasan informasi mengenai
peristiwa-peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar lingkungan masyarakat.
2.
Fungsi
korelasi
Merujuk pada
upaya memberikan interpretasi atau penafsiran informasi mengenai
peristiwa-peristiwa yang terjadi. Atas dasar interpretasi informasi ini
diharpakan berbagai kalangan atau bagian masyarakat mempunyai pemahaman,
tindakan atau reaksi yang sama atas peristiwa yang terjadi. Tujuan komunikasi
ini adalah untuk pencapaian consensus
3.
Fungsi
pengoperan
yaitu penyampaian warisan social dari generasi ke generasi berikutnya dan
dilakukan oleh manusia yang sehat. Fungsi ini menunjuk pada upaya pendidikan
dan pewarisan nilai-nilai, norma-norma dan prinsip-prinsip dari sati generasi
ke generai lainya. Sehingga apa yang telah ditemukan nenek moyang tidak hilang
begitu saja, dan dapat digunakan sebagai warisan.
Tujuan
komunikasi dipandang dari kepentingan
1.
memberikan informasi 1.
memahami informasi
2.
mendidik 2.
mempelajari
3.
menyenangkan/menghibur 3.
menikmati
4. menganjurkan suatu tindakan/ 4.menerima/persuasi
menolak anjuran
Sumber:
Wilbur Schramm
Adapun
Tujuan komunikasi menunjuk pada suatu harapan atau keinginan yang dituju oleh
pelaku komunikasi. Secara umum Harold D Lasswel menyebutkan bahwa tujuan
komunikasi ada empat, yaitu:
1.
Social
change, perubahan sosial . seseorang mengadakan komunikasi dengan orang lain,
diharapkan adanya perubahan social dalam kehidupan nya, seperti halnya
kehidupan akan lebih baik dari sebelum berkomunikasi.
2.
Attitude
change, perubahan sikap. Seseorang berkomunikasi juga ingin menngadakam
perubahan sikap.
3.
Opinion
change, perubahan pendapat.
4.
Behavior
change, perubahan perilaku.
Maka dengan demikian
penulis mendefinisikan tujuan komunikasi pada umumnya memberikan penjelasan
kepada komunikan tentang apa yang dimaksud agar dapat diterima dan dicerna oleh
komunikan dengan pendekatan persuasive.
Pendapat
lain mengatakan bahwa secara umum akibat hasil komunikasi ini mencakup tiga
aspek, yakni:
1.
Aspek
Kognitif, yaitu menyangkut kesadaran dan penegtahuan. Misalnya: menjadi sadar
atau ingat , menjadi tahu dan kenal.
2.
Aspek
Afektif yaitu menyangkut sikap atau perasan/emosi. Misalnya: sikap setuju/tidak
setuju, perasaan sedih, gembira, marah, dan
lain-lain.
3.
Asek
Konatif, yaitu menyangkut perilaku/tindakan menyangkut sesuatu. Misalnya:
berbuat sesuai apa yang disarankan. Seperti menolong,
memberi, memukul, dan lain sebagainya.[2]
Dalam kaitannya dengan tiga aspek tersebut diatas, ada beberapa
indicator dan akibat hasil komunikasi diantaranya tiga macam yang cukup
populer, yakni model AIDA, Model Hierarki Efek, dan Model Adopsi
inovasi.
Aspek/ tahap
|
Model AIDA
|
Model
Hierarki efek
|
Model Adopsi Inovasi
|
Kognitif
|
Attention
|
Awareness
(kesadaran)
Knowledge
(pengetahuan)
|
Knowledge
(pengetahuan)
|
Afektif
|
Interest
(minat)
Desire
(keinginan)
|
Liking (menyukai)
Preference (pilihan)
Conviction(meyakini)
|
Persuasion (persuasi)
Decision (keputusan)
|
Konatif
|
Action
(tindakan)
|
Purchase
(membeli)
|
Implementation
(pelaksanaan)
Confirmation
(konfirmasi)
|
Model AIDA memberikan dampak hasil
komunikasi yang terjadi pada
seseorang setelah ia menerima pesan akan
menyangkut empat hal, yakni: Attention, Interest, Desire
dan Action. Bahwa sebuah tindakan yang diambil pada dasarnya diidorong
oleh adanya perhatian, minat dan keinginan.
Model hierarki
effek, hampir sama dengan model AIDA namun lebih kompleks, sedangkan Model
Adosi Inovasi , dikembangkan oleh Everett M. Rogers (1983) model ini
menggambarkan temtamg lima tahap yang dilalui dalam proses pembuatan keputusan
untuk menerima atau menolak inovasi.
Menurut Cutlip
and Center, komunikasi yang efektif harus dilaksanakan dengan 4 tahap, yakni:
·
Fact
finding
Mencari/
mengumpulkan fakta-fakta sebelum seseorang melakukan suatu kegiatan atau
tindakan. Misalnya seorang PRO dari sebuah perusahaan, sebelum dia melaksanakan
tugas-tugasnya, harus mengetahiu terlebih dahulu tentang:
Apa
yang diperlukan publik;
Siapakah yang termasuk dalam publik ini;
Bagaimana keadaan publik dipandang dari berbagai segi;
Mengapa publik bersikap masa bodo,menentang,dsb.
·
Planning
Setelah mendapat data, maka dibuatlah rencana tentang apa yang
harus dilakukan . Plainng sangat penting dalam mencapai tujuan. Untuk itu
kegiatan ini menurut Clarence Schoenfeld disimpulkan menjadi 10M
a. Messenger
b. Mission
c. Message
d. Molder
e. Media
f. Money
g. Mating
h. Managing
i.
Measuring
j.
modification
·
Communicating
Setelah rencana itu disusun dengan sebaik-baiknya sebagai hasil pemikiran yang
mantap/matang berdasarkan fakta/data yang telah dikumpulkan,PRO kemudian
melakukan “operasinya”.
·
Evaluation
Perlu untuk menilai, apakah
tujuan itu sudah tercapai? Evalusai yang dilakukan oleh suatu badan dapat brdasarkan analisa
mengenai data hasil survey yang diadakan secara continu..
Jadi menurut penulis prinsip komunikasi yang efektif
adalah komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap antara dua orang atau
kelompok yang hasilnya sesuai dengan harapan.
Sumber merupakan
salah satu faktor yang ikut menentukan keberhasilan komunikasi. Berikut tiga
hal yang harus diperhatikan yaitu:
1.
Kreadibilitas
Keahlian si sumber dalam pengetahuan terhadap
topik tersebut. sehingga pihak penerima menjadi percaya bahwa pesan yang
disampaikannya itu bersifat objektif.
Kepercayaan kepada komunikator mencerminkan bahwa pesan yang
diterima komunikan dianggap benar dan sesuai dengan kenyataan empiris.[3]
Pada umumnya diakui bahwa pesan yang dikomunikasikan mempunyai daya
pengaruh yang lebih besar apabila komunikator dianggap sebagai seorang ahli.
2.
Daya Tarik
Sumber dinilai
“menarik” sehingga meyakinkan dan
persuasi akan lebih cepat berhasil karena adanya proses identifikasi dalam
diri pihak penerima.
Beberapa prinsip berbicara efektif, antara lain:
a.
Prinsip
motivasi, artinya dalam berbicara minat pendengar di bangkitkan.
b.
Prinsip
perhatian, pembicara akan berhasil apabila dapat menarik perhatian para
pendengarnya
c.
Prinsip
keindahan, artinya pembicaraan akan mudah ditangkap apabila disajikan dengan
keindahan
d.
Prinsip
ulangan, artinya hal-hal dan poin penting di ulang-ulang agar meresap kedalam
jiwa, agar mudah mengingatnya
e.
Prinsip
kegunaan
3.
Kekuasaan
dapat terjadi dalam empat cara, diantaranya
a.
kharisma,
b.
wibawa
otoritas,
c.
kompetensi
atau keahlian,
d.
compliance
atau pemenuhan.
Dengan demikian dari segi sumber sangat di
tentukan oleh pemahaman serta daya tarik dan kekuasaan untuk dapat mempengaruhi
orang lain.
Penyajian
pesan juga dapat menentukan berhasil atau tidaknya upaya komunikasi yang
dilakukan seseorang terhadap seseorang maupun seseorang terhadap suatu
organisasi.
Wilbur
Schramm menampilkan apa yang disebut
“The condition of success in communication” yaitu kondisi jika
menginginkan agar pesan membangkitkan tanggapan yang dikehendaki, antara lain:
1.
pesan
harus dirancang sedemikian rupa, sehingga dapat menarik perhatian komunikan.
2.
Pesan
harus menggunakan lambang yang saling sama dimengerti.
3.
Pesan
harus membangkitkan kebutuhan pribadi komunikan dan menyarankan beberapa cara
untuk memperoleh kebutuhan tersebut.
Ada beberapa teknik dalam penyusunan pesan, antara lain:
1.
“Fear
appeals “, yaitu suatu penampilan yang menonjolkan unsur ancaman, bahaya atau
menimbulkan rasa takut.
2.
“Emotional
appeals” , yaitu memberikan penekanan kepada hal-hal yang bersifat emosional.
3.
“humor
appeals”, yaitu menunjukan teknik penyajian pesan yang disusun secara humoris.
Teknik ini tepat untuk menarik perhatian khalayak yang sudah jenuh.[4]
Khalayak juga merupakan faktor penentu
keberhasilan dalam berkomunikasi karena upaya komunikasi yang dilakukan dapat
diterima dan dipahami oleh orang banyak dan banyak mendapat tanggapan positive
dari para audience.
Untuk itu, sebagai komunikan ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan, antara lain:
1.
Komunikan
mengerti pesan komunikasi.
2.
Pada
saat mengambil keputusan, ia sadar keputusan sesuai dengan tujuannya.
3.
Sadar
keputusan yang diambil sesuai dengan kepentingan pribadi
Komunikan/ Khalayak mempunyai beberapa karakteristik yaitu:
1.
Khalayak
sebagai penggarap informasi
2.
Khalayak
sebagai problem solver.
3.
Khalayak
sebagai mediator
4.
Khalayak
sebagai anggota kelompok.
Jadi sebuah komunikasi akan berjalan
efektif apabila dari tiga unsur komunikasi dapat diperhatikan karakteristiknya
masing-masing.
Canagara, Hafied, Pengantar Ilmu Komunikasi,Bandung; Rajawali
Pers, 2006.
Roudhonnah. 2007. Ilmu Komunikasi. Jakarta: UIN Jakarta
Press.
Canagarahttp://betty-marlindawati.blogspot.com/2011/11/prinsip-dasar-komunikasi-yang-efektif.html
[1]
Thomas M. Scheidel. Speech Communication and Human Interaction.
Glenfille,III: Scott, Forestman, 1976, hlm.27
[2]
Sasa Djuarsa Sendjaja, Pengantar Komunikasi, (Jakarta, Universitas Terbuka,
1999) hal, 45
[3]
Unong U Effendi, (Bandung, Alumni, 1981) hal. 39
[4]
Sasa Djuarsa, hal. 214
tugas Akhlak tasawuf perbedaan Etka Moral dan Susila
BalasHapus